Jumat, 01 April 2016

Analisis Kegagalan Penetasan


  1. Saat seleksi telur tahap pertama, tidak terdapat pembuluh darah/akar di dalam telur penyebabnya adalah telur tidak fertile/dibuahi atau telur dibuahi, namun embrio mati, solusinya:perbaiki manajemen pemeliharaan bibit dan periksa posisi telur karena sisi tumpul harus di atas.
  2. Saat seleksi telur tahap kedua, telur dibuahi namun banyak embrio mati. peneyebabnya: temperatur salah (terlalu panas),pemutaran telur kurang maksimal, kekurangan oksigen (dataran tinggi oksigen tipis), atau bibit telur kurang baik.Solusinya:periksalah akurasi thermometer, putar telur minimal 3 kali sehari, jangan letakkan mesin di ruang tanpa cukup fentilasi, dan perbaiki manajemen pemeliharaan bibit.
  3. Telur berisi embrio tapi tidak menetas, penyebabnya: kelembaban kurang,atau bibit kurang baik. solusinya: periksa air, tambah spons di bak atau semprot dengan spray pada telur, dan perbaiki manajemen pemeliharaan bibit.
  4. Telur menetas terlalu lambat/cepat. penyebabnya : temperatur terlalu tinggi solusinya: periksa akurasi thermometer.
  5. Anak ayam lama menetas, lumpuh/cacat dan ada noda darah. penyebabnya: bibit kurang baik atau lemah, solusinya: perbaiki manajemen pemeliharaan bibit.

Fumigasi pada telur tetas

Fumigasi berfungsi untuk meminimalkan kontaminasi yang dapat diakhibatkan oleh kuman, sehingga proses penetasan yang kita kehendaki dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan, caranya adalah siapkan
alat :gelas ukur,timbangan, dan wadah lebar.
Bahan: Formalin 1,2 cc dan potasium permanganat 0,6gr. (37,5%formaldehyde)

Caranya:bubuk potasium permanganat (KmnO4) dituangkan pada wadah lebar dan pipih sehingga dapat diposisikan di bawah rak telur. cairan formalin dituangkan pada wadah dan segera dimasukkan dalam mesin lalu tutup rapat. buka fentilasi penuh untuk mempercepat sirkulasi udara dalam ruang mesin, jangan mencium gasnya karena berbahaya. setelah 20 menit wadah dikeluarkan dan masa penetasan pada telur dapat dimulai

Keunggulan Mesin Penetas MJ




  • Tingkat keberhasilan tinggi. Dengan mengikuti tata cara yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 %
  • Lebih praktis. Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur dapat dilakukan dengan sekali mengoperasikan handle dari luar (tanpa membalik telur satu per satu).
  • Suhu merata.Rak telur terdiri dari penggabungan bahan alumunium dan rangka fiber, dengan ram profil U , sangat baik dalam meratakan panas pada telur, tahan karat, higienis, ringan dan akurat.
  • Kontrol suhu otomatis. menggunakan thermostat dengan fluktuasi suhu sekitar1,50 C sehingga aman digunakan dan lebih praktis.
  • Hemat Energi. Mesin penetas telur ini Hanya menggunakan listrik dengan daya rendah.
  • Ada pemanas darurat. Jika terjadi listrik padam.
  • Harga terjangkau.mesin ini siap langsung pakai dengan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk menunjang usaha anda sehingga penghasilan anda maksimal.